Rabu, 09 Desember 2009

Work for The Working Man


song from Bon Jovi (The Circle,2009)

I'm here trying to make a living
I ain't living just to die
Never getting back what I'm giving
Wont someone help me, someone justify
Why these strong hands are on the unemployment line
And theres nothing left, whats on my mind


Whos gonna work for the working man (work)
Work for the working man (work)
Get the hands in the dirt, whos gonna work of the curse (work)
Brother Ive been damned (work), if I dont raise a hand (work)
Whos gonna work, work, work for the working man

Empty pockets full of worries
I had to get two jobs and it was hard enough just getting by
But with the grace of God I'm getting us through
But only know that I know how to do
That I'm the only one whos gotta look my family in the eye
Day after day, night after night
Whoaaaaa oooh

Whos gonna work for the working man (work)
Work for the working man (work)
Get the hands in the dirt, whos gonna work of the curse (work)
Brother I've been damned (work), if I dont raise a hand (work)
Work for the work, work, work for the working man (work)
Working man, Working man, Working man

I lost my pension
They took my ID
These were my friends, these were my dreams
These were my hopes, these are my dreams
Can you hear me?

Whos gonna work for the working man (work)
Work for the working man (work)
Get the hands in the dirt, whos gonna work of the curse (work)
Brother I've been damned (work), if I dont raise a hand (work)
Whos gonna work, work, work for the working man (work)
Working man, working man, working man

These were my friends, these were my dreams
These were my hopes, these are my streets


WORK!WORK!WORK!WORK!WORK!WORK!WORK!

Selasa, 24 November 2009

"Inbox" @ Klender

Kesel deh nyampe kantor hari ini, jam 09.25. Nyarisss saja gue satu lift ama Mr Owner-yang punya kantor, bisa-bisa nama gue dipajang di mading kantor. Iya siy, gue sering telat,tapi bukan salah gue kalau busway-yg-kosong datangnya lama *hah..alesan lo zi* alesan hari ini, konyol banget.

Usut-diusut,penyebabnya adalah salah satu program musik, Inbox, disiarkan langsung dari Klender. What?! Betul, Mall Citra d/h Yogya Klender penuhhh gara-gara syuting ini. Lebih rame dari hari minggu yang biasa gelar dangdutan. Macet-macet hari minggu siy engga masalah. Ini pagi-pagi, orang-orang mau kerja, mau sekolah, kena maceeettt. Kampreetttt...

Pantesan, udah jam setengah 8 pagi, anak-anak sekolahan masih berseliweran di Mall Citra. *bukannya masuk sekolah jam 7 pagi* Wooo cabut lo yak!!..dari putih abu-abu..putih biru..putih merah..ampe putih putih (oops anak mana tuh ya *spooky-spooky dikit). ada yang berombongan dengan genk-nya..ada yang sama pacarnya-si cowok berseragam SMA, ceweknya berseragam SMP..ckckck..kurang asem niy program, bikin anak sekolahan tambah males masuk sekolah.

Sementara gue yang nungguin metromini di portal, sebelahan dengan pintu keluar Mall,ketiban apesnya. Jalanan macet..angkot penuh..mumet liat motor segitu banyak naek trotoar. Mana metromini kesayangan belum datang-datang, sekalinya ada penuh kayak pepes teri, kecuali klo gue mau gelantungan di pintu. Beuh…panasnya, pagi-pagi gue udah berjemur asap knalpot!

Adik-adik gue juga heboh, ada inbox di Mall Citra. “banyak yang cabut ya?”, tanya gue..
“Yang pasti engga ada anak 59”, ujar Azar
”Yang pasti engga ada juga anak 27”, Alam engga mau kalah
”mall citra kan kecil, kok ampe ribuan ya?”tanya Alam
”yang nonton engga terlalu banyak..dibikin-bikin aja tuh banyak”,bilang gue

Sebenarnya inbox udah dari kemarin siaran dari Mallcit. Kemarin siy engga terlalu macet..penontonnya engga terlalu rame..yang tadi pagi..hmm..buset dah..pada gelantungan di pagar Mall..klo kemarin,gue masih bisa lihat siapa yang nyanyi (ga terkenal gitu deh) dari atas Metromini. Tadi pagi tuh, beneran membludakkk..mungkin kemarin hari pertama, belum banyak yang tahu..para alay-alay (dengan berbagai penampakan) banyak yang nonton..Ibu-ibu juga ikutan..Bapak-bapak juga ikutan..Ibaratnya ada pasar kaget aja..rame tukang jualan..ada yang jualan boneka..balon dll. Iya lah, dimana ada gula disitu ada semut

Ada kali gue nungguin metro 30 menit..gondok pasti tuh yang lewat dari arah Buaran/Pondok Kopi sekitarnya, macetnya gara-gara inbox... Macetnya cuma sampai Mall Citra doank lagi. Setelah itu lancaarrr...

Klo kemarin, penyanyi engga terkenal. Yang tadi pagi, setidaknya lagunya akrab di telinga gue. Ada ”Wali” yang nyanyiin lagu ’hanya satu pintaku’ *bener ga tuh judulnya..ada KD..*gue ga yakin, karena ga liat secara langsung.. lumayan kali ya, nontonnya artis ’beneran’,hiburan gratiss, biasanya tiap minggu, panggungnya gelar dangdutan engga jelas..coba artisnya Nidji, gue ikutan deh nonton..wkwkwkwk..

kata Mbak gue, inbox bakalan tayang dari MalCit selama 2 minggu..Alamak!! Cepetan pergi deh dari Mall Citra....biar jalanan I Gusti Ngurah Rai kembali seperti semula (macet juga siy)...biar anak sekolahan ga cabut-cabut..biar ibu-ibu kembali bergosip ama tetangganya lagi..biar bapak-bapak kerjaa..menghiburnya jangan lama-lama deh, terlena nanti terlena

Sabtu, 21 November 2009

Segenap Cintaku Pergi

Cintaaaaaaa....kenapa?

kenapa dikau rusak lagi?

hampaaaaaaaaaaaa hariku tanpa dirimu

kau dan aku adalah satu

Laptopppkuuuuuuuu

huhuhuhuhuhuhu

sungguh teganya dirimu tak mau idup..

maunya apa siy? udah disayang-sayang..mana pernah aku ngebanting kamu..

*oh no, laptop gue, lagi-lagi rusakkk..desperado..belum gajian lagi udah rusak T.T
gue tanpa laptop, bagaikan kembali ke jaman manual
kerjaan ditulis di kertas kerja..
oh no....
sekardus dokumen penjualan telah menunggu untuk di-vouching

seperti patah hati bo, klo laptop rusak..mati gaya..
matilah awak

Jumat, 20 November 2009

Hanya 3 buah kakao (cokelat) saja!

Kamis, 19 November 2009 | 07:41 WIB

KOMPAS.com — Inilah ironi di negeri ini. Koruptor yang makan uang rakyat bermiliar-miliar banyak yang lolos dari jeratan hukum. Tapi nenek Minah dari Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas ini harus menghadapi masalah hukum hanya karena tiga biji kakao yang nilainya Rp 2.000.

Memang, sampai saat ini Minah (55) tidak harus mendekam di ruang tahanan. Sehari-hari ia masih bisa menghitung jejak kakinya sepanjang 3 km lebih dari rumahnya ke kebun untuk bekerja.

Ketika ditemui sepulang dari kebun, Rabu (18/11) kemarin, nenek tujuh cucu itu seolah tak gelisah, meskipun ancaman hukuman enam bulan penjara terus membayangi. "Tidak menyerah, tapi pasrah saja," katanya. "Saya memang memetik buah kakao itu," tambahnya.

Terhitung sejak 19 Oktober lalu, kasus pencurian kakao yang membelit nenek Minah itu telah ditangani pihak Kejaksaan Negeri Purwokerto. Dia didakwa telah mengambil barang milik orang lain tanpa izin. Yakni memetik tiga buah kakao seberat 3 kg dari kebun milik PT Rumpun Sari Antan 4. Berapa kerugian atas pencurian itu? Rp 30.000 menurut jaksa, atau Rp 2.000 di pasaran!

Akibat perbuatannya itu, nenek Minah dijerat pasal 362 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman enam bulan penjara. Karena ancaman hukumannya hanya enam bulan, Minah pun tak perlu ditahan.

Dalam surat pelimpahan berita acara pemeriksaan (BAP) yang dikeluarkan Kejari Purwokerto, Minah dinyatakan sebagai tahanan rumah. Saat ini, Minah sudah menjalani persidangan kedua di Pengadilan Negeri Purwokerto.

Kasus kriminal yang menjerat Aminah bermula dari keinginannya menambah bibit kakao di rumahnya pada bulan Agustus lalu. Dia mengaku sudah menanam 200 pohon kakao di kebunnya, tapi dia merasa jumlah itu masih kurang, dan ingin menambahnya sedikit lagi.

Karena hanya ingin menambah sedikit, dia memutuskan untuk mengambil buah kakao dari perkebunan kakao PT RSA 4 yang berdekatan dengan kebunnya. Ketika itu dia mengaku memetik tiga buah kakao matang, dan meninggalkannya di bawah pohon tersebut, karena akan memanen kedelai di kebunnya.

Tarno alias Nono, salah seorang mandor perkebunan PT RSA 4 yang sedang patroli kemudian mengambil ketiga buah kakao tersebut. Menurut Minah, saat itu Nono sempat bertanya kepada dirinya, siapa yang memetik ketiga buah kakao tersebut. "Lantas saya jawab, saya yang memetiknya untuk dijadikan bibit," katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, menurut Minah, Nono memperingatkannya bahwa kakao di perkebunan PT RSA 4 dilarang dipetik warga. Peringatan itu juga telah dipasang di depan jalan masuk kantor PT RSA 4, berupa petikan pasal 21 dan pasal 47 Undang-Undang nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan. Kedua pasal itu antara lain menyatakan bahwa setiap orang tidak boleh merusak kebun maupun menggunakan lahan kebun hingga menggangu produksi usaha perkebunen.

Minah yang buta huruf ini pun mengamininya dan meminta maaf kepada Nono, serta mempersilahkannya untuk membawa ketiga buah kakao itu. "Inggih dibeta mawon. Inyong ora ngerti, nyuwun ngapura," tutur Minah menirukan permohonan maafnya kepada Nono, dengan meminta Nono untuk membawa ketiga buah kakao itu.

Ia tak pernah membayangkan kalau kesalahan kecil yang sudah dimintakan maaf itu ternyata berbuntut panjang, dan malah harus menyeretnya ke meja hijau.

Sekitar akhir bulan Agustus, Minah terkaget-kaget karena dipanggil pihak Kepolisian Sektor Ajibarang untuk dimintai keterangan terkait pemetikan tiga buah kakao tersebut. Bahkan pada pertengahan Oktober berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejari Purwokerto.

Melukai rasa keadilan

Amanah (70), salah seorang kakak Minah, mengaku prihatin dengan nasib adiknya. Apalagi penilaian jaksa yang disampaikan dalam dakwaan dinilainya berlebihan, terutama untuk nilai kerugian.

Menurut dia, satu kilogram kakao basah saat ini memang harganya sekitar Rp 7.500. Namun kategori kakao basah itu adalah biji kakao yang telah dikerok dari buahnya, bukan masih berada dalam buah. Namun di dalam dakwaan disebutkan nilai kerugiannya Rp 30.000, atau Rp 10.000 per biji.

Padahal, dari tiga buah kakao itu, kata Amanah, paling banyak didapat 3 ons biji kakao basah. Jika dijual harganya hanya sekitar Rp 2.000. "Orang yang korupsi miliaran dibiarkan saja. Tapi ini hanya memetik tiga buah kakao sampai dibuat berkepanjangan," kata Amanah membandingkan apa yang dialami adiknya dengan berita-berita di tv yang sering dilihatnya.

Ahmad Firdaus, salah seorang anak Minah, mengatakan, keluarganya kini sangat mengharapkan adanya rasa keadilan dalam penyelesaian kasus orangtuanya. Menurutnya, hukum memang tak memiliki hati, tetapi otoritas yang memegang aturan hukum pasti memiliki hati. "Kami hanya berharap agar hakim dapat memberikan rasa keadilannya terhadap orang tua kami," jelasnya.

Hari Kamis (19/11) ini, Minah akan hadir untuk membela dirinya, tanpa didampingi pengacara. Sejak pertama kali menjalani persidangan, dia mengaku, tak pernah didampingi pengacara. "Saya tidak tahu pengacara itu apa," ucapnya.

Humas PN Purwokerto, Sudira, mengatakan, majelis hakim yang menangani kasus Minah dipastikan sudah menawarkan pengacara kepada Minah. "Hal itu sudah mutlak harus disampaikan hakim. Tapi kemungkinan Ibu Minah sendiri yang menolak," katanya.

Terkait keadilan, Sudira mengatakan, akan sangat ditentukan oleh keputusan majelis hakim. Untuk itu, majelis hakim akan menimbang seluruh fakta persidangan. "Hasilnya, akan sangat bergantung pada pertimbangan majelis hakim," katanya.

Seluruh masyarakat tentunya sangat berharap rasa keadilan itu ada, dan Ibu Aminah bisa kembali bekerja di kebunnya... (Madina
Nusrat)


Speechless, gue baca berita ini,air mata pun turun seketika....
Indonesia..Indonesia..
Negara hukum kok begini..koruptor malah divonis bebas..hal yang kecil malah dituntut dan dijebloskan ke penjara..
berapa siy kerugian perusahaan itu...
apalah arti 3 buah kakao dibandingkan keuntungan perusahaan yang mencapai jutaan (bahkan miliaran rupiah), engga material!!!

keadilan dimana kah kau berada kini?

2-0-1-2

2012, mungkin menjadi film yang ditunggu-tunggu tahun ini. Secara tidak sengaja, gue nonton trailernya pas nonton film “Angels & Demonds” bareng Rahma. Salju pegunungan himalaya mencair. Seorang Biksu menyembunyikan lonceng raksasa. Dan tsunami pun datang. Gila, di pegunungan kena tsunami. Jakarta jadi apa dunk..bikini bottom? Seru niy fim..masih coming soon..wajib tonton niy..

Nah, waktu gue lagi seneng-senengnya beli DVD, 2012 sudah keluar. Gue melihat di penjual dvd di Blok M. penasaran gue beli..

Latarnya di Amerika Latin, Meksiko, dan Amerika Serikat. Bingung gue dengan filmnya..ada beberapa kisah dibeberapa tempat yang berbeda. Seorang dokter yang mencari pertolongan dari desa terpencil di Meksiko. Seorang pekerja sosial yang ateis.trus akhir cerita ada wanita yang melahirkan di atas altar di peninggalan suku maya (apa tuh namanya gue lupa)

Lalu...

Kok, bintangnya engga ada yang gue kenal ya?, pikir gue. Filmnya ngebosenin banget. Gue paksain nonton ampe tamat, mubazir udah loading DVD-nya. Hingga film selesai, yang diakhiri dengan matahari mendekat ke bumi. Gue masih bertanya, mana si Biksu-nya ya? Kok beda ya ama trailernya? Trailernya aja syerem situ, masa film-nya begini doank? Dan gue semakin heran kenapa belum ditayangin di bioskop. Gue sudah berencana memboikot film tsb dengan memprovokasi temen2 gue, ga asyik, ga rame dan ngebosenin..not recommended..

Eniwei..betewei..buswei…
2012 yang gue tonton itu bukan 2012 yang trailer diputer di bioskop. Wkwkwkwkwk..
ketipu dunk..judul sama..cerita dalamnya beda..
2012 yang sekarang diputer di bioskop, yang asli..

angka 2012, sekarang jadi bikin gue sedikit parno. taksi yang gue tumpangi menuju bandara, plat-nya B 2012..waduh, ntar gue kenapa-napa nih..paranoid..Alhamdulillah, nyampe bandara tepat sebelum pesawatnya berangkat (udah di-panggil2 soalnya). Belum sempat gue nonton, pas lagi di Surabaya, gue nonton diskusi Metro TV yang mengundang MUI. Mereka membahas kontraversi film tersebut. Nyesel gue nontonnya. Karena orang MUI nya nyebutin ending film-nya..empat orang selamat masuk gereja.yaaaa,gue khan belum nonton Pak..huhuhu..ga seru deh..Dengan ada pencekalan film tersebut, orang-orang malah kepengen nonton. Bapak-bapak, Ibu-ibu di kantor klien gue heboh memperbincangkan ‘kiamat versi 2012’ ini. Malah bikin film tersebut semakin diminati.Seharian ini, gue blogwalking, postingan tentang 2012, ada lima biji kali..ckckckckck..*so gue jg ga mau ketinggalan..hahaha..

Menurut saya, MUI seharusnya tidak ‘khawatir’ dengan film tsb. Karena Iman kepada hari akhir adalah salah satu rukun iman. Selama umat muslim masih punya iman. Insya Allah, tidak akan goyah. Kiamat versi Hollywood begini jangan dibikin pusing. Just entertainment...

Mau beli DVD atau nonton di bioskop ya?

ternyata oh ternyata, pas gue pulang kerja, naik jembatan busway GBK, gue melihat pedagang DVD..khusus 2012..satu lapak isinya cuma jual DVD 2012 !!
dahsyat memang 2012 ini..

Kamis, 19 November 2009

Mulut adalah Pedang

SPOILER ALERT : postingannya panjaaaang banget lho...

Orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan amarahnya. sekarang gue mengerti maksud kalimat ini. karena tidak mudah untuk mengatasinya. Emosi marah yang terasa di ubun-ubun harus ditahan di pangkal lidah. dan rasa sesak di dada luar biasa.gue seringkali tidak menunjukkan kemarahan gue. diam itulah yang gue lakukan kalau marah.

Karakter utama gue adalah pendiam. Mungkin temen-temen dekat gue akan tergelak kalau gue mengaku anak yang pendiam. gue serius. tidak semua orang bisa gue akrab dan bersenda gurau. apakah gue bermasalah dengan komunikasi? tidak juga, gue memilih diam karena gue hanya tidak ingin berbincang.apalagi kalau orang tersebut masuk "black list", mana mau gue mendekatkan diri.untuk berteman gue tidak memilih. tapi untuk akrab, baru lah gue mikir, yang 'klop' ama gue tidak banyak.jika perangai orang tersebut bikin gue males, tanpa gue sadari gue menghindari mereka pelan-pelan.

Seringkali, diam gue diartikan berbeda. Kelas 6 SD, saat gue pindah sekolah ke Jakarta. Gue dimusuhi hampir sebagian kelas. kenapa? katanya gue sombong. ya memang dengan datangnya gue, dominasi ranking selama 5 tahun di SD itu langsung rusak, dengan masuknya nama gue di ranking pertama. gue pun terkejut karena di Solok, gue hanyalah siswa yang tidak populer, tidak pintar dan tak ada teman akrab. setelah beberapa saat, gue mengetahui alasannya, karena gue pendiam! diam = sombong. di penghujung masa SD yang singkat di Pisangan Baru, gue berhasil menjadi yang tertinggi,dan meninggalkan SD itu tanpa teman, lagi-lagi gue dimusuhi, kali ini karena persoalan keluarga (panjaaaang ceritanya).

Sikap sombong itu seperti apa siy? gue bingung. karena sekarang gue sudah di cap anak paling sombong di keluarga Ayah, di depan makwo-pakwo-etek-pak uncu dan anak-anaknya. sekarang ini posisi gue di ujung tanduk, tinggal menunggu penghakiman dari sodara-sodara Ayah. terutama dengan kakak perempuan Ayah.

Jika kalian tahu dementor seperti apa. maka dia seribu kali lebih 'dahsyat' dari dementor.kayaknya gue ini tidak habis jadi sasaran hujatan. gue engga ngerti kenapa "gue" yang selalu dia cemooh, dinilai, dipergunjingkan di depan keluarga lainnya. sepertinya mereka tidak pernah mengerti gue. alasan utama: karena gue sering diam. betul, gue memang diam saja, jika bertemu mereka kala Idul Fitri ataupun mereka berkunjung di rumah.bukan tidak beralasan gue diam. susah berbicara dengan mereka, karena mudah sekali tersinggungnya. Mereka suka sekali berkomentar tentang keluarga gue. dan pastinya tidak mengenakkan hati. Tak heran, hubungan kakak-beradik tersebut mengalami pasang surut, dari baik-sebaik-baiknya, hingga berantem-sumpah-serapah, dan kembali berbaikan saat Idul Fitri.

Masalahnya, gue dan adik-adik, selalu terbawa. gue begini..azar begitu..wiya begini..alam begitu..semuanya komplit dapat bagian. Heran, dari sekian keponakannya, gue adalah favoritnya untuk dihujat.Dia pernah menyumpahi kuliah gue. Bahkan berkata sangat kasar ke Ayah : liek dek Ang..Anak ang yang teleng tu..indak ka jadi urang bisuak...perkataan tersebut terjadi sekitar empat tahun lalu, ketika gue menunggu pengumuman SPMB..gue tidak mau mengartikannya ke bahasa Indonesia, terlalu kasar.manusia mana ada yang sempurna. ada lemahnya.ada khilafnya.

gue tidak pernah 'menjawab' perkataanya yang sering menyakiti hati gue. Gue tertunduk dan terpojok di seluruh keluarga. dia mencemooh buku-buku gue, "katanya miskin, bali jo lah buku carito". Bahkan mengusulkan menjual buku-buku peninggalan Bundo yang satu lemari. rumah terlalu sesak karena buku-buku ini.dan apalagi ya, efek dari mulutnya yang kejam. Ibuk masuk rumah sakit! gue pernah menuliskan ketika Ibuk dirawat di RS Persahabatan dan Bundo dirawat di RSCM. Dia lah biang keroknya, datang ke rumah, dan membicarakan Ayah (adiknya sendiri) dari A sampai Z, dan Bundo juga. Dia bilang apa yang menimpa keluarga kami adalah balasan karena kami sombong..blablabla..(gue ga ingat lagi deh) Ibuk bilangnya siy engga mikirin..tapi besoknya Ibuk engga sadarkan diri di rumah, dan dibawa beramai-ramai oleh tetangga ke RS Persahabatan.

Dan sehari sebelum Ayah menikah, dia menasehati gue. Oke. mungkin dia berpikir gue perlu nasehat biar menerima Bunda di keluarga kami. kesalahan yang paling fatal adalah dia berbicara tapi tidak berpikir apakah orang akan tersinggung dengan ucapannya. Sungguh mulut adalah pedang. yang dapat melukai hati seseorang. Perkataannya "ganti bunda" sungguh menusuk gue, menyentuh duka terdalam gue tentang Bundo. Hati gue ini masih dalam proses "berdamai dengan masa lalu", makin dalam sakitnya.kalau masalah Bunda, gue menerimanya dengan tangan terbuka, justru sikap dari keluarga Ayah dan Ayah sendiri yang membuat gue jengah, berlebihan..

Dua minggu terakhir, gue mendapatkan sms dari dia. yang nyasar ke nomer Wia (dulunya nomer hp Bundo). sebenarnya ada kesalahpahaman. entah siapa yang cerita klo gue bilang dia marah-marah pas sehari sebelum lebaran ke rumah gue minta kerupuk kulit. gue siy cerita dia datang ke rumah, minta karupuak jangek, tapi ga pake 'bumbu' dia marah-marah. dan lebih hebatnya lagi, ada yang menyampaikan perkataan gue ke dia. Ibarat banteng dikasih kain merah oleh Matador. ya habislah gue!! dia bertanya, kapan dia marah-marah, tapi dia menambahkan "jangan sombong ya mentang-mentang udah jadi sarjana". panas-dingin gue baca sms forward-an dari Wia. seharian, gue ga mood kerja, kesel-bete-marah, tapi engga bisa berbuat apa-apa. gue mendiamkan..akhirnya sms tersebut gue kasih liat ke Ayah. "jangan didengerin lah.." sengaja gue tidak membalasnya.

Seminggu dari SMS pertama,,saat gue berada di Bandung. dia mengirimkan sms lagi ke Wia. kali ini, langsung gue suruh Wia untuk memperlihatkan ke Ayah. gue tidak mau menerima SMS, bisa merusak mood kerja. Ayah langsung menelpon gue, jangan dipikirkan dan jika dia datang ke rumah, sudahi dengan permintaan maaf. Intinya, jangan ngelawan! kunci dengan perkataan maaf. begini ya rasanya menjadi orang yang dizholimi. tertekuk dan tak bisa berbuat apa-apa.Wia pun ikut terbebani, dia serasa diteror. Bahkan ia gemetaran membaca SMS tersebut. Dalam SMS tersebut,dia bilang uang nenek yang dipakai buat membiayai kuliah gue, bukan uang Ibuk. dan lebih parah lagi, keluarga besar Ibuk juga dia bawa-bawa. Sombong!! itu katanya..Ini yang paling tidak suka, jika seseorang mengingatkan kebaikannya di masa lalu kepada orang lain, dan 'budi' nya itu dijadikan senjata untuk menyerang orang lain itu.

Lebih gilanya lagi, dia mengunjungi adiknya yang lain di Medan dan di Dumai. dan gue pun menjadi topik yang "hot". Ayah juga kena sasaran, dia juga diomongin. semua yang telah berlalu naik ke permukaan. dengan "digosok" sana sini makin sip donk. gue dan Ayah menjadi kambing hitam keluarga yang sempurna. habis sudah rasa hormat mereka pada Ayah!! habis juga perhargaan gue kepada mereka yang kemakan omongannya.

dosa apa gue ama dia? kenapa gue terus yang kena? pertanyaan ini seringkali gue tanyakan di diri gue sendiri. Gue dan Azar, yang sering diomongin. Sementara,sepupu gue yang lebih butuh dia perhatikan, luput. Gue anak baik-baik..pacarannya aja sekarang engga..udah kerja..pergaulan gue baik-baik..gue tidak pernah melawannya secara frontal (seperti sepupu gue ,yang-kena-narkoba, bertengkar dengannya).sepupu gue ada yang kena narkoba..ada yang suka gonta-ganti pacar..anaknya sendiri juga butuh perhatian dia juga.

gue engga ngerti aja..oke, gue memang lebih sering di kamar saat dia ke rumah. ya iyalah, hari libur waktunya gue istirahat. klo engga tidur..ya baca buku..dan ia seperti minta disambut dan sebagainya. selalu ada omongan mengenai orang lain. gue jadi parno sendiri klo week-end di rumah, denger suara motor aja deg-degan gue. sabtu-minggu, yang bisa gue istirahat, akhirnya jalan mulu..capek juga terus-terusan begini.

Bunda dan Ayah menyuruh gue bersabar. kebetulan besok & minggu, ada sanak keluarga yang menikah yang masih dekat rumahnya dengan gue. kemungkinan besar, dia akan datang ke rumah. gue disuruh minta maaf dan bersabar, seberapa perihnya perkataannya nanti, tahan aja. gue ingin melarikan diri saja, mencegah lebih baik daripada mengobati. kalau badan sakit, ada dokter, ada obatnya. kalau hati yang sakit, gue pengen tahu apotik mana yang menyediakan obatnya.


Mungkin inilah ujian atau teguran dari Allah, pendapat Ayah. mungkinnn..Ayah juga bilang gue berubah..sikap berubah..setidak dia pun berpandangan sama dengan saudara-saudaranya. gue tidak tahu seberapa jauh gue berubah..yang pasti tidak ada 'seseorang' yang membuat sikap gue berubah ke keluarga Ayah.tidak ada provokasi..tidak ada hasutan..yang membuat gue 'tidak dekat' dengan keluarga Ayah. Sikap mereka sendiri lah yang membuat gue menjauh.

Gue sedih banget. dulu ada Bundo yang membela gue..Bundo bisa membalikkan komentar asalnya dia..Bundo yang cuek disindir-sindir di depan umum..ya Bundo dapat mengimbanginya..sedangkan gue..hanya seorang anak. dimana kedudukan anak tidak boleh melawan..tidak boleh membantah. dan gue memang tidak berani dengannya.gue bukan tandingan dia.

Begitu complicated-nya hidup gue..dari rumah-yang-tidak-terasa-rumah lagi, gue yang terjepit antara dua keluarga, belum lagi gue pusing dengan masa depan gue, kerjaan yang hectic..ditambah masalah ini,bikin depresi..Dengan Ibuk jauh di Selayo...keluarga Ayah yang seperti itu..sahabat-sahabat gue yang sibuk dengan urusan masing-masing..gue jauh dari semuanya (kecuali Adek-adek gue)..i'm just walk alone..

Biarlah reputasi gue rusak oleh 'pedangnya'. Biarlah gue tahan semua rasa pedih omongannya. Biarlah dia mencaci maki gue. Biarlah dia berkata apa. Biarlah seluruh dunia kemakan perkataannya. Biarlah tak ada yang membela gue. Biarlah Allah yang menunjukkan siapa yang sebenernya suka membangga-bangga diri dan meremehkan orang lain, apa itu bukan sombong namanya.

Ya Allah, berikanlah aku kekuatan untuk melalui semuanya..tulikanlah telingaku jika ia berkata 'pedas'..berikanlah aku ketenangan hati..berikanlah aku kesabaran yang tidak ada batasnya..aku mohon ya Allah

Broken Strings


Let me hold you
For the last time
It’s the last chance to feel again
But you broke me
Now I can’t feel anything

When I love you
It’s so untrue
I can’t even convince myself
When I’m speaking
It’s the voice of someone else

Oh it tears me up
I tried to hold but it hurts too much
I tried to forgive but it’s not enough
To make it all okay

You can’t play on broken strings
You can’t feel anything
That your heart don’t want to feel
I can’t tell you something that ain’t real

Oh the truth hurts
A lie is worse
I can’t like it anymore
And I love you a little less than before

Oh what are we doing
We are turning into dust
Playing house in the ruins of us

Running back through the fire
When there’s nothing left to save
It’s like chasing the very last train
When it’s too late

Oh it tears me up
I tried to hold but it hurts too much
I tried to forgive but it’s not enough
To make it all okay

You can’t play our broken strings
You can’t feel anything
That your heart don’t want to feel
I can’t tell you something that ain’t real

Oh the truth hurts
And lies worse
I can’t like it anymore
And I love you a little less than before

But we’re running through the fire
When there’s nothing left to say
It’s like chasing the very last train
When we both know it’s too late
You can’t play our broken strings
You can’t feel anything
That your heart don’t want to feel
I can’t tell you something that ain’t real

Oh the truth hurts
And lies worse
I can’t like it anymore
And I love you a little less than before
Oh and I love you a little less than before

Let me hold you for the last time
It’s the last change to feel again

song by James Morrison Feat Nelly Furtado