Reaksi orang-orang sekitar gue amat beragam tentang speechless-broken-hearted nya gue. Di satu sisi, mereka memberikan ucapan selamat kepada sang calon. Dan di sisi lain, mencoba menghibur gue dengan ucapan ‘sabar ya zi..’. Gue memang termasuk yang engga bisa diem kalau suka sama seorang. Biarpun dipendam, setidaknya gue pasti cerita sama orang-orang. So, gue suka sama bta juga sepertinya sudah jadi ‘rahasia umum’. Apalagi gue suka nulis tentang dia di blog.hehehe..
Mungkin juga gue telah membuat mereka bosan dengan cerita-cerita gue..tadi ketemu bta lah…ngobrol inilah..sms itulah..gue bisa betah ngobrolin dia dari A-Z berjam-jam..kadang tanpa gue sadari, gue sebenarnya udah pernah cerita.maafkan aku teman :)
Berkaitan dengan shocking news tsb, Teman-temannya aja pada shock. Apalagi gue *untung engga jantungan*. Memang ada reaksi penolakan dari diri gue, mata sampai berkaca-kaca, dan meneteskan dua tetes air mata. Seperti tidak percaya. Kan ga cuma jatuh cinta aja yang berjuta rasanya, patah hati pun berjuta rasanya, rasa pedihh..tapi gue engga ampe nangis sesegukan koq. Malu, lagi lembur tiba-tiba nangis bombay. Gue terlalu letih untuk memikirkan keterkejutan itu, teringat akan working paper yang engga selesai-selesai (abis di review manager soalnya).
Keesokannya efek patah hatinya justru terasa lebih nyata. Lemes..lesu..tak bersemangat..herannya, gue masih punya nafsu makan..haha
Gue cerita sama adek gue, wiya,
“ya..uni broken heart niy..ditinggal married”.
Spontan adek gue ngetawain gue..hahahaha *dasar tidak sopan
“kenapa? Mas Subur kawin yak”
Gedubrakkk!
“Kok mas subur siy?...bukannnnnnn”
(Fyi: mas Subur adalah senior gue dikantor..adek-adek gue seneng banget ngeledekin gue ama dya..)
“itu loh..yang uni ceritain..”
Hahahahahaha...*kurang ajar tetep ngetawain gue*
Kayaknya, gue kualat lagi ama adek gue yang lainnya, Azar. Dua minggu lalu, gue ngakak ngetawain dia putus cinta sama pacarnya. Gue menang taruhan dari Wiya, kisah cinta si Uda cuma bertahan 3 minggu. Pas dia lagi berdiam murja, gue godain. "ciyeee..yang patah hati, masih banyak wanita-wanita yang lain..cewekkan ga cuma cynda doank.."
Sekarang gantian, dia yang ngetawain gue.
Dengan sok manisnya, dia menghadiahkan sebuah lagu buat gue dari Last child, judulnya pedih...
”engkau yg sedang patah hati..menangislah dan jangan ragu ungkapkan...betapa pedih hati yang tersakiti..racun yg membunuhmu secara perlahan”
Langsung gue tabok pake bantal. Tidak berperasaan, lagi sedih bukannya dihibur malah diketawain.
Namun ada juga teman yang mengkhawatirkan gue. Take it easy Nos..Gelombang hidup (frase kata dari Rahma) yang menghantam gue lebih parah dari sekadar putus cinta. Gue engga selemah itu lah. It’s fine..buktinya gue masih bisa mengucapkan selamat secara langsung ke bta *serius, gue mengatakannya dengan tulus* Lagipula gue senang kok dia mengenal calonnya dengan baik. Bukan jodoh gue lah dia..pastinya dia tidak cukup pantas buat gue *halah,,menghibur diri*. Ada yang lebih baik dari dia. Betul tak?
Selagi gue chatting ma bta, gue juga chatting sama eman, reaksinya juga engga jauh berbeda dari adek gue, ”hahahaha”. Setidaknya gue mendapatkan perspektif yang netral dari dia. Sempat gue berpikir untuk bilang suka ke bta pas chatting kemarin. Ntar ga jadi married, repot khan..hahahaha..*ga deng becanda, nanti gue bisa merusak silaturahmi ke depannya*
”Jangan gila loe zi..”, kata eman..
”makanya gue engga jadi bilang..masih waras gue”, ujar gue.
Gue juga diajakin datang ke resepsinya. Katanya siy diundang..
Saat ini siy mungkin gue masih tegar, klo lihat secara langsung, entah apa yang akan terjadi. Alhamdulillah, gue ditugaskan ke luar kota, solo city tercintah..yang lamaaaa aja gue fieldwork disana..yang lamaaa...
Gue ambil sisi positifnya aja, akan gue jadikan patah hati sebagai pendewasaan diri. Ini bukan akhir dunia gue. Tidak akan berhenti hanya karena seorang cowok..gue yakin akan ada yang terbaik buat gue yang akan mendampingi gue nanti..hanya butuh waktu yang tepat untuk bertemu..just haven’t met him yet...
My Book Resolution 2010
1 bulan yang lalu

