Senin, 08 Februari 2010

Ini Bukan Akhirku

Reaksi orang-orang sekitar gue amat beragam tentang speechless-broken-hearted nya gue. Di satu sisi, mereka memberikan ucapan selamat kepada sang calon. Dan di sisi lain, mencoba menghibur gue dengan ucapan ‘sabar ya zi..’. Gue memang termasuk yang engga bisa diem kalau suka sama seorang. Biarpun dipendam, setidaknya gue pasti cerita sama orang-orang. So, gue suka sama bta juga sepertinya sudah jadi ‘rahasia umum’. Apalagi gue suka nulis tentang dia di blog.hehehe..

Mungkin juga gue telah membuat mereka bosan dengan cerita-cerita gue..tadi ketemu bta lah…ngobrol inilah..sms itulah..gue bisa betah ngobrolin dia dari A-Z berjam-jam..kadang tanpa gue sadari, gue sebenarnya udah pernah cerita.maafkan aku teman :)

Berkaitan dengan shocking news tsb, Teman-temannya aja pada shock. Apalagi gue *untung engga jantungan*. Memang ada reaksi penolakan dari diri gue, mata sampai berkaca-kaca, dan meneteskan dua tetes air mata. Seperti tidak percaya. Kan ga cuma jatuh cinta aja yang berjuta rasanya, patah hati pun berjuta rasanya, rasa pedihh..tapi gue engga ampe nangis sesegukan koq. Malu, lagi lembur tiba-tiba nangis bombay. Gue terlalu letih untuk memikirkan keterkejutan itu, teringat akan working paper yang engga selesai-selesai (abis di review manager soalnya).

Keesokannya efek patah hatinya justru terasa lebih nyata. Lemes..lesu..tak bersemangat..herannya, gue masih punya nafsu makan..haha
Gue cerita sama adek gue, wiya,
“ya..uni broken heart niy..ditinggal married”.
Spontan adek gue ngetawain gue..hahahaha *dasar tidak sopan
“kenapa? Mas Subur kawin yak”
Gedubrakkk!
“Kok mas subur siy?...bukannnnnnn”
(Fyi: mas Subur adalah senior gue dikantor..adek-adek gue seneng banget ngeledekin gue ama dya..)
“itu loh..yang uni ceritain..”
Hahahahahaha...*kurang ajar tetep ngetawain gue*

Kayaknya, gue kualat lagi ama adek gue yang lainnya, Azar. Dua minggu lalu, gue ngakak ngetawain dia putus cinta sama pacarnya. Gue menang taruhan dari Wiya, kisah cinta si Uda cuma bertahan 3 minggu. Pas dia lagi berdiam murja, gue godain. "ciyeee..yang patah hati, masih banyak wanita-wanita yang lain..cewekkan ga cuma cynda doank.."
Sekarang gantian, dia yang ngetawain gue.
Dengan sok manisnya, dia menghadiahkan sebuah lagu buat gue dari Last child, judulnya pedih...
”engkau yg sedang patah hati..menangislah dan jangan ragu ungkapkan...betapa pedih hati yang tersakiti..racun yg membunuhmu secara perlahan”
Langsung gue tabok pake bantal. Tidak berperasaan, lagi sedih bukannya dihibur malah diketawain.

Namun ada juga teman yang mengkhawatirkan gue. Take it easy Nos..Gelombang hidup (frase kata dari Rahma) yang menghantam gue lebih parah dari sekadar putus cinta. Gue engga selemah itu lah. It’s fine..buktinya gue masih bisa mengucapkan selamat secara langsung ke bta *serius, gue mengatakannya dengan tulus* Lagipula gue senang kok dia mengenal calonnya dengan baik. Bukan jodoh gue lah dia..pastinya dia tidak cukup pantas buat gue *halah,,menghibur diri*. Ada yang lebih baik dari dia. Betul tak?

Selagi gue chatting ma bta, gue juga chatting sama eman, reaksinya juga engga jauh berbeda dari adek gue, ”hahahaha”. Setidaknya gue mendapatkan perspektif yang netral dari dia. Sempat gue berpikir untuk bilang suka ke bta pas chatting kemarin. Ntar ga jadi married, repot khan..hahahaha..*ga deng becanda, nanti gue bisa merusak silaturahmi ke depannya*
”Jangan gila loe zi..”, kata eman..
”makanya gue engga jadi bilang..masih waras gue”, ujar gue.

Gue juga diajakin datang ke resepsinya. Katanya siy diundang..
Saat ini siy mungkin gue masih tegar, klo lihat secara langsung, entah apa yang akan terjadi. Alhamdulillah, gue ditugaskan ke luar kota, solo city tercintah..yang lamaaaa aja gue fieldwork disana..yang lamaaa...

Gue ambil sisi positifnya aja, akan gue jadikan patah hati sebagai pendewasaan diri. Ini bukan akhir dunia gue. Tidak akan berhenti hanya karena seorang cowok..gue yakin akan ada yang terbaik buat gue yang akan mendampingi gue nanti..hanya butuh waktu yang tepat untuk bertemu..just haven’t met him yet...

Minggu, 07 Februari 2010

I Just Wanna Be Happy



Someone once told me that you have to choose
What you win or lose
You can’t have everything
Don’t you take chances, Might feel the pain
Don’t you love in vain, Cause love won’t set you free
I could stand by the side, And watch this life pass me by
So unhappy, But safe as could be

So what if it hurts me?
So what if I break down?
So what if this world just throws me off the edge
My feet run out of ground
I gotta find my place
I wanna hear myself
Don’t care about all the pain in front of me
Cause I’m just trying to be happy, yeah
Just wanna be happy, yeah

Holding on tightly
Just can’t let it go
Just trying to play my role
Slowly disappear,
All these days I feel like they’re the same
Just different faces, different names
Get me out of here
I can’t stand by your side,
Watch this life pass me by, pass me by

So and it’s just that I can’t see
The kind of stranger on this road
But don’t say victim
Don’t say anything

I just wanna be happy

Happy – Leona Lewis (Echo, 2009)

Jika ada sebuah lagu yang bisa menggambarkan kehidupan gue, maka lagu tersebut adalah happy-Leona Lewis. maknanya dalam. pertama kali liat video klip-nya, gue nangis. endingnya engga ketebak.*cep..cep..cep dalemmmmm

baru kali ini, gue bisa tersentuh dari musik, lirik hingga video klip (dan model prianya..hihihi..cakep banget). gue mengerti perasaan leona di klip ini. betapa tidak enaknya ditinggal married, tapi dia lebih parah lagi, jadi pendamping pengantin. gue kira ceritanya dia 'happy' karena mau married. Pake baju putih-putih. ternyata cowok itu menikah dengan orang lain..hikshikshiks..

Jumat, 05 Februari 2010

Speechless-broken-hearted

Akhir-akhir ini gue memang menghilang dari aktivitas jaringan sosial kyk facebook..jarang blogging (ga sempat dan emosi juga lagi ga stabil)..twitter apalagi (kalo yang ini siy gue engga ngerti-ngerti cara mainnya). Sebenarnya, menghilang penuh siy engga, karena sesekali gue liat fb tapi habis itu log out. Selain memang sudah jenuh.. dan sepertinya gue terlalu eksis dengan status-status yang engga jelas. Ada baiknya berdiam diri dulu.

Tapi asal muasal gue berdiam diri berasal dari sebuah undangan…
undangan pernikahan..
bagaimana rasanya mendapatkan undangan pernikahan dari seseorang yang kamu suka..dalemmmmm bo…
biarpun si dokter itu gebetan gue nomor sekian dibawah bta dan kembarannya..
efeknya memilukan juga..padahal gue kenal sepintas.. Patah hati juga gue…
gue jadi enggan membuka fb, karena tak cukup tahan untuk tidak membuka profilenya. Dia menikah dengan teman satu angkatannya. Wajar lah, anak kedokteran satu angkatan sering bersama-sama, tak heran jika cinlok bersemi di kampus.

Saat itu, gue berpikir ini baru si dokter yang married, gimana kalo BTA yang married (bagi yg tidak tahu BTA siapa, silahkan ditelusuri diblog gue). Apakah gue akan berurai air mata…Apakah gue akan menjerit..apakah akan menangis sejadi-jadinya seperti yang gue lakukan saat no.7 jadian..dan saat dia putus pun gue juga nangis *air mata bahagia*..hahaha

Dan malam ini, unfortunately, gue membuka fb, berniat ingin aktif kembali.
Kejutan telah menanti, hal yang sama terjadi untuk kedua kalinya.
Dimana-mana BTA lah yang married..
nyatanya reaksi gue cuma tersenyum simpul melihat fb-nya penuh dengan ucapan selamat, tapi jauh di lubuk hati, ada sesuatu yang meledak hingga berkeping-keping dan lambat laun sekujur tubuh pun lemes. Pas banget lagi dengerin Beyonce yang judulnya ‘broken-hearted girl’.
Dengan keterkejutan yang belum pulih plus diiringi lagu yang mendukung suasana hati..mata gue hanya berkaca-kaca..layar laptop tampak buram..(padahal lagi lembur dikantor). Sebenarnya gue ingin sekali menghubungi dua sahabat gue; rahma dan armand, yang tahu persis jalan ceritanya, engga enak juga dini hari gue bangunin cuma karena masalah gue.

Jika seorang cewek suka sama cowok, dia pasti akan mengetahui siapa ‘saingannya’. Inget dulu gue pernah ‘tergila-gila’ dengan nomor 7, saingan gue engga jauh-jauh, temen gue sendiri (gue tahu dia suka tapi dia engga tahu gue juga suka). Lucu banget di kemudian hari kita menertawakan diri sendiri klo kita berdua naksir orang yang sama. Patah hatinya juga barengan lagi..hahaha..

Setidaknya untuk BTA pun sama, perkiraan gue tepat. Orang yang gue ‘curigai’ sebagai saingan gue itulah yang menjadi calon istrinya. Sedari dulu gue sudah tahu posisi gue yang bukan tipikal wanita idamannya. Walau waktu yang gue habiskan pun tidak sebentar, 3 tahun. Dari sama sekali tidak mengenal satu sama lain, sering berpapasan hingga akhirnya gue bisa duduk di sebelahnya di mata kuliah Perekonomian Indonesia. It wasn’t easy!


Inilah jalan hidup. Kadang tertawa. Kadang menangis. Kadang jatuh cinta. Lalu patah hati. Hanya fase kecil dari kehidupan. Saat-saat seperti inilah, gue bersyukur jadi auditor. Semoga waktu dan pekerjaan dapat mengobati semuaaaa luka hati.. love must go on..

Jalanmu bukan jalanku...
For BTA and his bride; I’m happy for you both… Semoga menjadi keluarga yang sakinah…


Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.
---james blunt, good bye my lover----

Rabu, 09 Desember 2009

Work for The Working Man


song from Bon Jovi (The Circle,2009)

I'm here trying to make a living
I ain't living just to die
Never getting back what I'm giving
Wont someone help me, someone justify
Why these strong hands are on the unemployment line
And theres nothing left, whats on my mind


Whos gonna work for the working man (work)
Work for the working man (work)
Get the hands in the dirt, whos gonna work of the curse (work)
Brother Ive been damned (work), if I dont raise a hand (work)
Whos gonna work, work, work for the working man

Empty pockets full of worries
I had to get two jobs and it was hard enough just getting by
But with the grace of God I'm getting us through
But only know that I know how to do
That I'm the only one whos gotta look my family in the eye
Day after day, night after night
Whoaaaaa oooh

Whos gonna work for the working man (work)
Work for the working man (work)
Get the hands in the dirt, whos gonna work of the curse (work)
Brother I've been damned (work), if I dont raise a hand (work)
Work for the work, work, work for the working man (work)
Working man, Working man, Working man

I lost my pension
They took my ID
These were my friends, these were my dreams
These were my hopes, these are my dreams
Can you hear me?

Whos gonna work for the working man (work)
Work for the working man (work)
Get the hands in the dirt, whos gonna work of the curse (work)
Brother I've been damned (work), if I dont raise a hand (work)
Whos gonna work, work, work for the working man (work)
Working man, working man, working man

These were my friends, these were my dreams
These were my hopes, these are my streets


WORK!WORK!WORK!WORK!WORK!WORK!WORK!

Selasa, 24 November 2009

"Inbox" @ Klender

Kesel deh nyampe kantor hari ini, jam 09.25. Nyarisss saja gue satu lift ama Mr Owner-yang punya kantor, bisa-bisa nama gue dipajang di mading kantor. Iya siy, gue sering telat,tapi bukan salah gue kalau busway-yg-kosong datangnya lama *hah..alesan lo zi* alesan hari ini, konyol banget.

Usut-diusut,penyebabnya adalah salah satu program musik, Inbox, disiarkan langsung dari Klender. What?! Betul, Mall Citra d/h Yogya Klender penuhhh gara-gara syuting ini. Lebih rame dari hari minggu yang biasa gelar dangdutan. Macet-macet hari minggu siy engga masalah. Ini pagi-pagi, orang-orang mau kerja, mau sekolah, kena maceeettt. Kampreetttt...

Pantesan, udah jam setengah 8 pagi, anak-anak sekolahan masih berseliweran di Mall Citra. *bukannya masuk sekolah jam 7 pagi* Wooo cabut lo yak!!..dari putih abu-abu..putih biru..putih merah..ampe putih putih (oops anak mana tuh ya *spooky-spooky dikit). ada yang berombongan dengan genk-nya..ada yang sama pacarnya-si cowok berseragam SMA, ceweknya berseragam SMP..ckckck..kurang asem niy program, bikin anak sekolahan tambah males masuk sekolah.

Sementara gue yang nungguin metromini di portal, sebelahan dengan pintu keluar Mall,ketiban apesnya. Jalanan macet..angkot penuh..mumet liat motor segitu banyak naek trotoar. Mana metromini kesayangan belum datang-datang, sekalinya ada penuh kayak pepes teri, kecuali klo gue mau gelantungan di pintu. Beuh…panasnya, pagi-pagi gue udah berjemur asap knalpot!

Adik-adik gue juga heboh, ada inbox di Mall Citra. “banyak yang cabut ya?”, tanya gue..
“Yang pasti engga ada anak 59”, ujar Azar
”Yang pasti engga ada juga anak 27”, Alam engga mau kalah
”mall citra kan kecil, kok ampe ribuan ya?”tanya Alam
”yang nonton engga terlalu banyak..dibikin-bikin aja tuh banyak”,bilang gue

Sebenarnya inbox udah dari kemarin siaran dari Mallcit. Kemarin siy engga terlalu macet..penontonnya engga terlalu rame..yang tadi pagi..hmm..buset dah..pada gelantungan di pagar Mall..klo kemarin,gue masih bisa lihat siapa yang nyanyi (ga terkenal gitu deh) dari atas Metromini. Tadi pagi tuh, beneran membludakkk..mungkin kemarin hari pertama, belum banyak yang tahu..para alay-alay (dengan berbagai penampakan) banyak yang nonton..Ibu-ibu juga ikutan..Bapak-bapak juga ikutan..Ibaratnya ada pasar kaget aja..rame tukang jualan..ada yang jualan boneka..balon dll. Iya lah, dimana ada gula disitu ada semut

Ada kali gue nungguin metro 30 menit..gondok pasti tuh yang lewat dari arah Buaran/Pondok Kopi sekitarnya, macetnya gara-gara inbox... Macetnya cuma sampai Mall Citra doank lagi. Setelah itu lancaarrr...

Klo kemarin, penyanyi engga terkenal. Yang tadi pagi, setidaknya lagunya akrab di telinga gue. Ada ”Wali” yang nyanyiin lagu ’hanya satu pintaku’ *bener ga tuh judulnya..ada KD..*gue ga yakin, karena ga liat secara langsung.. lumayan kali ya, nontonnya artis ’beneran’,hiburan gratiss, biasanya tiap minggu, panggungnya gelar dangdutan engga jelas..coba artisnya Nidji, gue ikutan deh nonton..wkwkwkwk..

kata Mbak gue, inbox bakalan tayang dari MalCit selama 2 minggu..Alamak!! Cepetan pergi deh dari Mall Citra....biar jalanan I Gusti Ngurah Rai kembali seperti semula (macet juga siy)...biar anak sekolahan ga cabut-cabut..biar ibu-ibu kembali bergosip ama tetangganya lagi..biar bapak-bapak kerjaa..menghiburnya jangan lama-lama deh, terlena nanti terlena

Sabtu, 21 November 2009

Segenap Cintaku Pergi

Cintaaaaaaa....kenapa?

kenapa dikau rusak lagi?

hampaaaaaaaaaaaa hariku tanpa dirimu

kau dan aku adalah satu

Laptopppkuuuuuuuu

huhuhuhuhuhuhu

sungguh teganya dirimu tak mau idup..

maunya apa siy? udah disayang-sayang..mana pernah aku ngebanting kamu..

*oh no, laptop gue, lagi-lagi rusakkk..desperado..belum gajian lagi udah rusak T.T
gue tanpa laptop, bagaikan kembali ke jaman manual
kerjaan ditulis di kertas kerja..
oh no....
sekardus dokumen penjualan telah menunggu untuk di-vouching

seperti patah hati bo, klo laptop rusak..mati gaya..
matilah awak

Jumat, 20 November 2009

Hanya 3 buah kakao (cokelat) saja!

Kamis, 19 November 2009 | 07:41 WIB

KOMPAS.com — Inilah ironi di negeri ini. Koruptor yang makan uang rakyat bermiliar-miliar banyak yang lolos dari jeratan hukum. Tapi nenek Minah dari Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas ini harus menghadapi masalah hukum hanya karena tiga biji kakao yang nilainya Rp 2.000.

Memang, sampai saat ini Minah (55) tidak harus mendekam di ruang tahanan. Sehari-hari ia masih bisa menghitung jejak kakinya sepanjang 3 km lebih dari rumahnya ke kebun untuk bekerja.

Ketika ditemui sepulang dari kebun, Rabu (18/11) kemarin, nenek tujuh cucu itu seolah tak gelisah, meskipun ancaman hukuman enam bulan penjara terus membayangi. "Tidak menyerah, tapi pasrah saja," katanya. "Saya memang memetik buah kakao itu," tambahnya.

Terhitung sejak 19 Oktober lalu, kasus pencurian kakao yang membelit nenek Minah itu telah ditangani pihak Kejaksaan Negeri Purwokerto. Dia didakwa telah mengambil barang milik orang lain tanpa izin. Yakni memetik tiga buah kakao seberat 3 kg dari kebun milik PT Rumpun Sari Antan 4. Berapa kerugian atas pencurian itu? Rp 30.000 menurut jaksa, atau Rp 2.000 di pasaran!

Akibat perbuatannya itu, nenek Minah dijerat pasal 362 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman enam bulan penjara. Karena ancaman hukumannya hanya enam bulan, Minah pun tak perlu ditahan.

Dalam surat pelimpahan berita acara pemeriksaan (BAP) yang dikeluarkan Kejari Purwokerto, Minah dinyatakan sebagai tahanan rumah. Saat ini, Minah sudah menjalani persidangan kedua di Pengadilan Negeri Purwokerto.

Kasus kriminal yang menjerat Aminah bermula dari keinginannya menambah bibit kakao di rumahnya pada bulan Agustus lalu. Dia mengaku sudah menanam 200 pohon kakao di kebunnya, tapi dia merasa jumlah itu masih kurang, dan ingin menambahnya sedikit lagi.

Karena hanya ingin menambah sedikit, dia memutuskan untuk mengambil buah kakao dari perkebunan kakao PT RSA 4 yang berdekatan dengan kebunnya. Ketika itu dia mengaku memetik tiga buah kakao matang, dan meninggalkannya di bawah pohon tersebut, karena akan memanen kedelai di kebunnya.

Tarno alias Nono, salah seorang mandor perkebunan PT RSA 4 yang sedang patroli kemudian mengambil ketiga buah kakao tersebut. Menurut Minah, saat itu Nono sempat bertanya kepada dirinya, siapa yang memetik ketiga buah kakao tersebut. "Lantas saya jawab, saya yang memetiknya untuk dijadikan bibit," katanya.

Mendengar penjelasan tersebut, menurut Minah, Nono memperingatkannya bahwa kakao di perkebunan PT RSA 4 dilarang dipetik warga. Peringatan itu juga telah dipasang di depan jalan masuk kantor PT RSA 4, berupa petikan pasal 21 dan pasal 47 Undang-Undang nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan. Kedua pasal itu antara lain menyatakan bahwa setiap orang tidak boleh merusak kebun maupun menggunakan lahan kebun hingga menggangu produksi usaha perkebunen.

Minah yang buta huruf ini pun mengamininya dan meminta maaf kepada Nono, serta mempersilahkannya untuk membawa ketiga buah kakao itu. "Inggih dibeta mawon. Inyong ora ngerti, nyuwun ngapura," tutur Minah menirukan permohonan maafnya kepada Nono, dengan meminta Nono untuk membawa ketiga buah kakao itu.

Ia tak pernah membayangkan kalau kesalahan kecil yang sudah dimintakan maaf itu ternyata berbuntut panjang, dan malah harus menyeretnya ke meja hijau.

Sekitar akhir bulan Agustus, Minah terkaget-kaget karena dipanggil pihak Kepolisian Sektor Ajibarang untuk dimintai keterangan terkait pemetikan tiga buah kakao tersebut. Bahkan pada pertengahan Oktober berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejari Purwokerto.

Melukai rasa keadilan

Amanah (70), salah seorang kakak Minah, mengaku prihatin dengan nasib adiknya. Apalagi penilaian jaksa yang disampaikan dalam dakwaan dinilainya berlebihan, terutama untuk nilai kerugian.

Menurut dia, satu kilogram kakao basah saat ini memang harganya sekitar Rp 7.500. Namun kategori kakao basah itu adalah biji kakao yang telah dikerok dari buahnya, bukan masih berada dalam buah. Namun di dalam dakwaan disebutkan nilai kerugiannya Rp 30.000, atau Rp 10.000 per biji.

Padahal, dari tiga buah kakao itu, kata Amanah, paling banyak didapat 3 ons biji kakao basah. Jika dijual harganya hanya sekitar Rp 2.000. "Orang yang korupsi miliaran dibiarkan saja. Tapi ini hanya memetik tiga buah kakao sampai dibuat berkepanjangan," kata Amanah membandingkan apa yang dialami adiknya dengan berita-berita di tv yang sering dilihatnya.

Ahmad Firdaus, salah seorang anak Minah, mengatakan, keluarganya kini sangat mengharapkan adanya rasa keadilan dalam penyelesaian kasus orangtuanya. Menurutnya, hukum memang tak memiliki hati, tetapi otoritas yang memegang aturan hukum pasti memiliki hati. "Kami hanya berharap agar hakim dapat memberikan rasa keadilannya terhadap orang tua kami," jelasnya.

Hari Kamis (19/11) ini, Minah akan hadir untuk membela dirinya, tanpa didampingi pengacara. Sejak pertama kali menjalani persidangan, dia mengaku, tak pernah didampingi pengacara. "Saya tidak tahu pengacara itu apa," ucapnya.

Humas PN Purwokerto, Sudira, mengatakan, majelis hakim yang menangani kasus Minah dipastikan sudah menawarkan pengacara kepada Minah. "Hal itu sudah mutlak harus disampaikan hakim. Tapi kemungkinan Ibu Minah sendiri yang menolak," katanya.

Terkait keadilan, Sudira mengatakan, akan sangat ditentukan oleh keputusan majelis hakim. Untuk itu, majelis hakim akan menimbang seluruh fakta persidangan. "Hasilnya, akan sangat bergantung pada pertimbangan majelis hakim," katanya.

Seluruh masyarakat tentunya sangat berharap rasa keadilan itu ada, dan Ibu Aminah bisa kembali bekerja di kebunnya... (Madina
Nusrat)


Speechless, gue baca berita ini,air mata pun turun seketika....
Indonesia..Indonesia..
Negara hukum kok begini..koruptor malah divonis bebas..hal yang kecil malah dituntut dan dijebloskan ke penjara..
berapa siy kerugian perusahaan itu...
apalah arti 3 buah kakao dibandingkan keuntungan perusahaan yang mencapai jutaan (bahkan miliaran rupiah), engga material!!!

keadilan dimana kah kau berada kini?